<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100</id><updated>2012-02-16T14:28:33.129+08:00</updated><category term='Informasi'/><category term='Link'/><category term='Wisata Budaya'/><category term='Wisata Alam'/><category term='Agenda'/><category term='Macam Wisata'/><title type='text'>Wisata Probolinggo</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-2622860011149954945</id><published>2009-12-24T07:50:00.000+08:00</published><updated>2009-11-23T15:41:14.249+08:00</updated><title type='text'>Pofil Bromo Telecenter (BTC)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwTDm9ulgHI/AAAAAAAAAE0/dQOHdNxirSA/s1600/logo+baru+ukuran+gedhe.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 296px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwTDm9ulgHI/AAAAAAAAAE0/dQOHdNxirSA/s320/logo+baru+ukuran+gedhe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405660526923841650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Makna Nama Bromo&lt;br /&gt;Gambar dan makna logo ini disusun oleh Tim Telecenter “BROMO” sebagai bentuk kepedulian terhadap identitas telecenter di Kabupaten Probolinggo yang dikelola oleh Tim Telecenter Bromo yang telah di tunjuk ”BAPEDA Kabupaten Probolinggo” Tim ini dibina serta didukung oleh kerjasama antara BPDE (Badan Pengelola Data Elektronik) Propinsi Jawa Timur dan BAPEDA (Kantor Pengelola Data Elektronik) Kabupaten Probolinggo.&lt;br /&gt;BROMO merupakan Nama salah satu gunung berapi yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo, yang menjadi salah satu icon pariwisata. Nama ini relatif baru sehingga menjadi identitas yang berbeda dengan yang lain. Perlu sosialisasi kepada masyarakat dan ini bisa terintegrasi dengan sendirinya dalam kegiatan sosialisasi telecenter. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2       Makna Gambar&lt;br /&gt;a. Gunung Bromo   :  &lt;br /&gt;Lambang kekuatan, menunjukkan Telecenter Bromo akan berdiri dengan kokoh di wilayah Kabupaten Probolinggo untuk menyebarluaskan informasi bagi masyarakat.&lt;br /&gt;b. Menara wifi         : &lt;br /&gt;Telecenter Bromo akan menyebarluaskan informasi yang diperlukan oleh masyarakat secara terbuka untuk meningkatkan pengetahuan.  Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai sarana untuk membuat masyarakat menjadi pintar, cerdas dan sebagai alat bantu untuk mengurangi kemiskinan  menjadi milik bersama bukan sekelompok orang.&lt;br /&gt;c. Bentuk Lingkaran  : &lt;br /&gt;Memberikan arti Telecenter Bromo akan menggelinding terus berjalan memberikan informasi untuk memberdayakan masyarakat.&lt;br /&gt;d. Sinyal wifi berjumlah 6   : &lt;br /&gt;Menunjukkan awal dibentuknya Telecenter memiliki tim yang terdiri dari 6 orang pengurus, dan akan bekerja sama memberikan informasi kepada masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3     Makna Warna&lt;br /&gt;a. Warna Hijau  :&lt;br /&gt;Lambang kesuburan, yakni Kabupaten Probolinggo terletak di daerah subur yang berpotensi untuk mensejahterakan rakyat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-2622860011149954945?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/2622860011149954945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/2622860011149954945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/2622860011149954945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/1.html' title='Pofil Bromo Telecenter (BTC)'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwTDm9ulgHI/AAAAAAAAAE0/dQOHdNxirSA/s72-c/logo+baru+ukuran+gedhe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-868923073638316536</id><published>2009-11-23T09:52:00.006+08:00</published><updated>2009-11-23T10:11:23.771+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Budaya'/><title type='text'>Masyarakat Tengger</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/Swnrr--tGGI/AAAAAAAAAGk/Fo5Crwl8NJQ/s1600/gbromo1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 205px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/Swnrr--tGGI/AAAAAAAAAGk/Fo5Crwl8NJQ/s320/gbromo1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407111968507893858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak ditemukannya prasasti Tengger bertahun 851 Saka (929 Masehi), diperkuat dengan Prasasti Penanjakan bertahun 1324 Saka (1402 Masehi), diketahui bahwa sebuah desa bernama Wandalit yang terletak di pegunungan Tengger dihuni oleh Hulun Hyang (hamba Tuhan = orang-orang yang taat beragama) yang daerah sekitarnya disebut hila-hila (Suci). Oleh karena itu kawasan Tengger merupakan tanah perdikan istimewa yang dibebaskan dari pembayaran pajak oleh pusat pemerintahan di Majapahit.&lt;br /&gt;Masyarakat Tengger yang taat beribadah dan menjalankan adat istiadat, memiliki hubungan historis yang sangat erat dengan Majapahit. Para raja yang bertahta dan pembesar keraton, telah memperlakukan secara khusus masyarakat Tengger yang sejak semula sangat menarik perhatian. Tidak heran jika kemudian terdapat perbedaan cirri-ciri khas antara pemeluk Agama Hindu di Tengger dengan pemeluk Agama Hindu di Bali.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwnsLa6oRiI/AAAAAAAAAG0/fwurUrmr2Ag/s1600/tengger6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 129px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwnsLa6oRiI/AAAAAAAAAG0/fwurUrmr2Ag/s200/tengger6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407112508582938146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwnsLEZeEeI/AAAAAAAAAGs/DCFOwBYXhb0/s1600/tengger5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 131px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwnsLEZeEeI/AAAAAAAAAGs/DCFOwBYXhb0/s200/tengger5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407112502538277346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kukuh dalam mempertahankan adat istiadat selama berabad-abad, tanpa terpengaruh guncangan perubahan zaman, merupakan daya tarik bagi Ilmuwan khususnya para Anthropolog baik dalam maupun dari luar negeri, untuk mengadakan penelitian. Sehingga muncul berbagai versi sajian tulisan tentang uniknya Masyarakat Tengger di Probolinggo. Paparan itu ada yang berbentuk dongeng, cerita rakyat, serat dan kidung, legenda serta penulisan ilmiah. Ilmuwan asing yang pernah menelusuri sejarah Masyarakat Tengger adalah Nancy J Smith dan Robert W Hefner, berdasarkan versi mereka. Masyarakat Tengger sarat dengan acara yang selalu dikaitkan dengan upacara keagamaan maupun upacara adat. Karena sesanti “Titi Luri” yang mereka pegang teguh, maka setiap upacara dilakukan tanpa perubahan persis seperti yang dilaksanakan oleh para leluhurnya berabad-abad yang lalu (“Titi Luri”, berarti mengikuti jejak para leluhur atau meneruskan Agama, Kepercayaan dan Adat-istiadat nenek moyang secara turun temurun).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/Swnsovbh4wI/AAAAAAAAAG8/elQZPOuDY50/s1600/tengger10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 201px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/Swnsovbh4wI/AAAAAAAAAG8/elQZPOuDY50/s320/tengger10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407113012305847042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain taat beribadah dan sangat patuh menjalankan adat-istiadat, Masyarakat Tengger dikenal jujur, patuh, dan rajin bekerja. Mereka hidup sederhana, tenteram, dan damai. Nyaris tanpa adanya keonaran, kekacauan, pertengkaran maupun pencurian. Suka bergotong royong dengan didukung oleh sikap toleransi yang tinggi, disertai sesuatu yang khas, karena senantiasa mengenakan “kain sarung” kemanapun mereka pergi. Tidak terbatas laki-laki, namun wanitapun juga, yang dewasa maupun anak-anak, semua berkain sarung. Masyarakat Tengger masih percaya dengan dengan roh halus, benda-benda gaib, tempat-tempat keramat serta berbagai mitos. Kelompok-kelompok masyarakat Tengger dikepalai oleh seorang “Dukun”. Dukun-dukun tersebut dikepalai oleh Bapak Mudjono selaku Kepala Dukun. Dukun sebagai pimpinan Agama sekaligus sebagai Kepala Adat, bertugas dan bertanggung jawab dalam memimpin upacara-upacara adat. Dalam menunaikan tugasnya, Dukun dibantu oleh beberapa orang petugas yaitu:&lt;br /&gt;1.    Wong Sepuh, bertugas sebagai pembantu dalam menyiapkan sesaji upacara-upacara kematian.&lt;br /&gt;2.    Legen, bertugas membantu mempersiapkan peralatan dan sesaji pada upacara perkawinan.&lt;br /&gt;3.   Dukun Sunat, bertugas melaksanakan khitanan anak laki-laki menjelang umur remaja. Khitan bagi anak laki-laki Tengger berbeda dengan khitan dalam Agama Islam. Khitan anak laki-laki Tengger hanya sekedar memotong sedikit kulit ujung penis.&lt;br /&gt;4.    Dukun Bayi, bertugas menolong ibu yang akan melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan betapa pentingnya peran dukun bagi Masyarakat Tengger, maka ditetapkan setiap desa dikepalai oleh seorang Dukun. Dukun dipilih oleh warga dengan persyaratan tertentu, yaitu : (1). Laki-laki sudah menikah, (2). Keturunan Dukun / titisan darah, (3). Dapat menguasai semua mantera / adat istiadat. Ujian calon Dukun dilakukan di Poten tempat upacara adat dan dilaksanakan bertepatan dengan Yadnya Kasada.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwntCQsj8qI/AAAAAAAAAHE/gED4tz3NdRs/s1600/tengger17.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 145px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwntCQsj8qI/AAAAAAAAAHE/gED4tz3NdRs/s200/tengger17.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407113450732384930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Konon yang merupakan “Cikal Bakal” masyarakat Tengger adalah sepasang suami istri yaitu Rara Anteng (Teng) dan Jaka Seger (Ger). Perpaduan dua suku kata itulah kemudian menjadi akronim yang dikenal dengan nama TENGGER. Rara Anteng ialah seorang putri Prabu Brawijaya dengan Garwa Padmi, raja terakhir Majapahit, yang termashur memiliki wajah ayu rupawan. Ia diasuh oleh seorang Resi bernama Ki Dadap Putih, tinggal dikawasan Gunung Bromo yang pada waktu itu masih berwujud hutan belantara. Pada suatu hari, seorang Senopati berdarah Brahmana yang bernama Jaka Seger sedang menempuh perjalanan jauh melintasi daerah ini bertemu dengan Rara Anteng. Kedua muda-mudi tersebut saling tertarik dan jatuh cinta yang akhirnya dikawinkan oleh Resi Ki Dadap Putih. Sejak saat itu Rara Anteng dan Jaka Seger resmi menjadi pasangan suami-istri. Bertahun-tahun Rara Anteng dan Jaka Seger mendambakan keturunan, namun Yang Maha Kuasa belum juga berkenan mengkaruniai putra. Maka bertapalah mereka di Watu Kuta menghadap Gunung Bromo. Siang malam hanya berdoa semoga Sang Maha Agung mengabulkan permintaannya.&lt;br /&gt;Suatu ketika, terjadi isyarat alam yang sangat dahsyat. Gunung Bromo berdentum hebat. Dari kawahnya menyembur api yang membiaskan sinar kemerahan, menerangi pekat malam dan menyadarkan kekhusukan Rara Anteng dan Jaka Seger yang sedang bertapa. Mereka yakin bahwa peristiwa alam dahsyat yang baru saja terjadi merupakan isyarat bahwa permohonan akan terkabul. Namun isyarat alam itu segera diikuti oleh terdengarnya suara gaib yang mengatakan : “Bahwa kelak apabila Sang Hyang Widhi berkenan mengaruniai putra-putri, salah seorang akan dijadikan korban persembahan ke kawah Gunung Bromo”. Kembali dentuman dahsyat kawah Gunung Bromo itu terjadi, seakan menjadi saksi, bahwa terkabulnya permohonan Rara Anteng dan Jaka Seger harus ditebus dengan persembahan salah seorang anaknya ke Kawah Gunung Bromo.&lt;br /&gt;Ternyata isyarat alam itu benar. Selang beberapa waktu kemudian Rara Anteng melahirkan putra pertama. Anak sulung ini diberi nama Tumenggung Klewung. Disusul kemudian dengan putra-putri berikutnya yang jumlahnya sebanyak 25 orang. Anak paling bungsu diberi nama Raden Kusuma. Kehadiran 25 putra putri tersebut sangat membahagiakan. Namun dibalik kebahagiaan itu terselip kecemasan tentang syarat yang harus dipenuhi. Rara Anteng dan Jaka Seger senantiasa menjaga putra-putrinya dengan hati-hati. Kepada mereka disarankan untuk selalu menjauhi kawah Gunung Bromo. Ketika pada suatu hari terdengar dentuman keras dari kawah Gunung Bromo, pasangan suami istri ini kembali menjadi gundah. Mereka menangkap isyarat alam yang maknanya merupakan peringatan untuk menagih janjinya. Diam-diam ada pertentangan batin yang sangat mengusik, antara kewajiban untuk memenuhi syarat dengan naluri orang tua yang menyayangi putra-putrinya. Pada akhirnya diputuskan untuk tidak merelakan salah satu dari putra-putrinya dijadikan korban persembahan. Mereka tepis semua kecemasan, kesanggupan untuk memenuhi syarat korban persembahan secara perlahan mulai dilupakan.&lt;br /&gt;Putra-putrinya disembunyikan dibalik Gunung Penanjakan dengan harapan terhindar dari bahaya. Tetapi kehendak yang Sang Maha Agung tak bisa dielakkan lagi. Pada suatu hari kawah Gunung Bromo menyemburkan api, lidah api yang membara menjilat Raden Kusuma, menyeretnya masuk ke dalam kawah. Dengan misterius Raden Kusuma hilang. Setelah itu suasana alam menjadi tenang kembali. Dentupan api kawah reda. Dalam keheningan alam, terdengar suara gaib yang mengisyaratkan bahwa hilangnya Raden Kusuma adalah perwujudan dari syarat yang harus dipenuhi, sebagai persembahan kepada Dewata Sang Yang Agung, atas terkabulnya permintaan ketika mereka bertapa. Selanjutnya suara gaib (Raden Kusuma) berpesan agar setiap tanggal 14 bulan Purnama, di Bulan KASADA, disediakan sebagian hasil ladang umtul dikirimkan kepada Raden Kusuma di Kawah Gunung Bromo. Meskipun masih diliputi suasana sedih, suara gaib yang mereka dengar merupakan petunjuk yang mereka yakini untuk kemudian dapat mereka laksanakan. Rara Anteng dan Jaka Seger menyadari meskipun mereka sudah berusaha menjaga dan melindungi putra-putrinya, namun Sang Hyang Agung menghendaki lain. Bagaimanapun kepergian Raden Kusuma yang berkorban mewakili saudara-saudaranya harus mereka ikhlaskan.&lt;br /&gt;Maka setiap tanggal 14 bulan purnama di bulan Kasada, dikirimilah Raden Kusuma beragam hasil ladang ke kawah Gunung Bromo. Upacara persembahan tersebut menjadi tradisi yang diselenggarakan secara turun temurun hingga sekarang yang diberi nama Yadnya Kasada.&lt;br /&gt;Nama putra-putri Rara Anteng dan Jaka Seger yang berjumlah 25 orang itu dikaitkan dengan tempat-tempat keramat di daerah Bromo, yaitu:&lt;br /&gt;1.    Tumenggung Klewung (Gunung Ringgit)&lt;br /&gt;2.    Sinta Wiji (Gunung Kidangan)&lt;br /&gt;3.    Ki Baru Klinting (Lemah Kuning)&lt;br /&gt;4.    Ki Rawit (Gunung Sumber Semani)&lt;br /&gt;5.    Jinting Jinah (Gunung Jinahan)&lt;br /&gt;6.    Ical (Gunung Pranten)&lt;br /&gt;7.    Prabu Siwah (Gunung Lingga)&lt;br /&gt;8.    Cokro Pranoto Aminoto (Gunung Gendera)&lt;br /&gt;9.    Tunggul Wulung (Cemoro Lawang)&lt;br /&gt;10.    Tumenggung Klinter (Gunung Penanjakan)&lt;br /&gt;11.    Raden Bagus Waris (Watu Balang)&lt;br /&gt;12.    Ki Dukun (Watu Wungkuk)&lt;br /&gt;13.    Ki Pranoto (Poten)&lt;br /&gt;14.    Ni Perniti (Gunung Bajangan)&lt;br /&gt;15.    Petung Supit (Tunggukan)&lt;br /&gt;16.    Raden Mas Sigit (Gunung Batok)&lt;br /&gt;17.    Puspa Ki Gentong (Widodaren)&lt;br /&gt;18.    Kaki Teku Niti Teku (Guyangan)&lt;br /&gt;19.    Ki Dadung Awuk (Banyu Pakis)&lt;br /&gt;20.    Ki Demeling (Pusung Lingker)&lt;br /&gt;21.    Ki Sindu Jaya (Wonongkoro)&lt;br /&gt;22.    Raden Sapujagad (Pundak Lemdu)&lt;br /&gt;23.    Ki Jenggot (Rujag)&lt;br /&gt;24.    Demang Diningrat (Gunung Semeru)&lt;br /&gt;25.    Raden Kusuma (Gunung Bromo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara KASADA yang diselenggarakan pada tengah malam ketika Purnama berada diatas kepala itu, dipimpin oleh DUKUN (Kepala Adat) dengan tata cara yang unik. Tidak mengherankan apabila kemudian peristiwa ini sangat dinanti-nanti oleh para wisatawan. Sehingga terasa begitu akbar, karena disaksikan oleh puluhan bahkan ratusan ribu pasang mata yang ikut menyaksikannya.&lt;br /&gt;Laut Pasir yang biasanya lengang menjadi hangar bingar. Tenda didirikan berderet-deret. Laut Pasir ketika itu berubah menjadi lautan manusia yang menyemut. Mereka merayap dengan tertib menaiki tangga menuju puncak Gunung Bromo, dialam terbuka yang dingin, dengan penerangan tunggal yang menggantung di langit, yaitu cahaya Purnama yang temaram. Sungguh merupakan peristiwa yang tidak setiap saat dapat ditemukan.&lt;br /&gt;Dari sekian banyak tamu yang hadir, terdapat orang-orang penting seperti Ilmuwan, Duta Besar Negara Sahabat, Tamu Negara, Menteri, Gubernur, Bupati dan para pejabat lainnya. Bagi masyarakat Tengger, kehadiran beliau-beliau itu merupakan kehormatan. Oleh karena itu, ada diantaranya yang kemudian dinobatkan menjadi “sesepuh” bagi masyarakat Tengger.&lt;br /&gt;Secara etimologi Tengger memiliki arti berdiri tegak, sedangkan secara filosofi Tengger bermakna “Tenggering Budi Luhur”. Maksudnya, masyarakat Tengger selalu berorientasi pada sifat dan kepribadian yang berbudi pekerti luhur. Hal ini menyangkut sikap, pandangan hidup, perilaku, hubungan antar manusia, siklus kehidupan dan konsep tentang manusia, menurut masyarakat Tengger.&lt;br /&gt;Pandangan hidupnya tercermin dari harapan-harapannya seperti Waras (sehat), Wareg (kenyang), Wastra (berpakaian), Wisma (bertempat tinggal), Widya (berilmu dan trampil). Sikap dan tingkah laku berpedoman pada Prasaja (sederhana dan apa adanya), Prayogo (bijaksana), Pranata (taat, patuh dan tertib), Prayitno (waspada) dan Prasetya (setia). Agaknya kesetiaan menjadi landasan bagi terciptanya hubungan antar mereka, yaitu : Setya Budaya (taat pada tradisi dan adapt istiadat), Setya Wacana (mematuhi ucapan, saran dan nasehat), Setya Semaya (menepati janji), Setya Laksana (tekun, siap melaksanakan perintah), Setya Mitra (setia kawan).&lt;br /&gt;Konsep tentang manusia disebutkan adanya siklus kehidupan mulai dari kehamilan dan kelahiran, perkawinan serta kematian. Momen-momen yang menyangkut peristiwa penting tersebut selalu dirayakan dengan Wilujengan (setara dengan upacara adat dan sulit dibedakan dengan upacara agama).&lt;br /&gt;Pada saat ibu hamil 7 bulan dirayakan dengan Upacara Sesayut. Kelahiran disambut dengan upacara untuk memberitahukan tumpah darah atau tanah tempat kelahiran. Cuplak Puser (lepas pusar), dirayakan dengan upacara Kekerik dan pada usia 4 tahun ditandai dengan upacara Tugel Kuncung (pemotongan rambut) bagi anak perempuan dan Tugel Gombok bagi anak laki-laki. Perkawinan kembali dirayakan dengan upacara Walagara. Tentu saja dengan tatacara, sesaji, mantra yang sesuai dengan keperluan wilujengannya. Perkawinan merupakan sebuah peristiwa penting dalam kehidupan manusia, sebab perkawinan bukan hanya menyangkut dua orang yang memadu cinta saja tetapi perkawinan juga melibatkan dua keluarga dan masyarakat secara umum. Menurut kepercayaan  Masyarakat Tengger, peristiwa perkawinan juga diikuti oleh arwah-arwah para leluhur kedua belah pihak. Sebelum upacara perkawinan dimulai, didahului dengan acara nelasih atau ziarah kubur dan memberikan tetamping atau sesaji.&lt;br /&gt;Penyediaan berbagai upacara lengkap dengan sesajinya oleh sebagian orang masih dianggap takhayul, namun kenyataannya masih dilakukan orang dalam berbagai lapisan masyarakat. Proses perkawinan masyarakat Tengger di Ngadisari juga melalui tahapan-tahapan, tidak jauh berbeda dengan adat istiadat daerah lain, yaitu proses mencarikan jodoh, lamaran dan upacara perkawinan itu sendiri. Perkawinan Masyarakat Tengger umumnya masih berlaku antara kalangan mereka sendiri (endogami). Bila calon mempelai wanita Tengger akan menikah dengan pria non Tengger, maka pelaksanaanya harus mengikuti adat Tengger  dan menikah dengan acara agama Hindu. Kalau laki-laki Tengger menikah dengan gadis di luar masyarakat Tengger (non Tengger), misalnya menikah dengan gadis Islam, maka perkawinan boleh menurut agama Islam atau sebaliknya. Meskipun ia telah menikah secara non Tengger, tetapi masih diakui sebagai “sedulur” (keluarga) dan tetap dianggap sebagai warga Tengger.&lt;br /&gt;Umumnya pemuda Tengger mencari jodoh atau istri sendiri. Hari perkawinan tidak lepas dari perhitungan weton (hari kelahiran) calon mempelai seperti dalam adapt perkawinan Jawa. Jumlah neptu kelahiran mempelai bila dibagi tiga tidak boleh habis dan yang terbaik bila sisa dua. Tahap selanjutnya apabila kedua orang tua telah setuju, maka calon mempelai laki-laki sendiri yang datang melamar, diantar orang tuanya. Dalam lamaran tidak ada barang “peningset” seperti pada masyarakat Jawa, sebab menurut anggapan mereka, peningset itu merupakan barang pinjaman atau hutang. Biasanya  sebelum hari perkawinan, pihak keluarga mempelai laki-laki datang lagi ke rumah calon besan dengan membawa beras dan bahan-bahan mentah lainnya. Pelaksanaan perkawinan bertempat di rumah keluarga mempelai wanita, umumnya pada pagi hari. Mempelai laki-laki duduk di sebelah kanan dukun, sedangkan wali mempelai perempuan duduk di sebelah kirinya. Di depan mereka tersedia seperangkat sesaji terdiri dari 5 piring jenang merah-putih, 1 piring arang-arang kambang, 7 piring nasi dan telur, satu sisir pisang ayu (pisang raja), 7 buah nasi golong dan telur, uang secukupnya.&lt;br /&gt;Sambil membaca mantra, tangan kiri dukun memegang tangan kanan wali, tangan kanannya memegang tangan kanan mempelai laki-laki. Baik mempelai laki-laki maupun wali disuruh menirukan ucapan dukun. Ada kalanya perkawinan terpaksa dibatalkan karena sesuatu sebab, misalnya:&lt;br /&gt;1.    Karena hubungan keturunan yang masih dekat, misalnya satu canggah (neneknya nenek).&lt;br /&gt;2.    Dadung kepuntir. Contoh, A, B dan C masing-masing mempunyai anak laki-laki dan juga anak perempuan. Mereka bukan keturunan satu canggah. Tetapi kalau anak laki-laki A kawin mendapat anak perempuan B, anak laki-laki B kawin dengan anak perempuan C dan anak laki-laki C kawin dengan anak perempuan A, maka perkawinan semacam ini tidak diperbolehkan.&lt;br /&gt;3.    Papakan Wali. Contohnya, A dan B masing-masing mempunyai anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki A kawin mendapat anak perempuan B dan anak laki-laki B kawin mendapat anak perempuan A. Maka perkawinan demikian disebut papagan wali dan tidak diijinkan.&lt;br /&gt;4.    Kesandung watang atau kerubuhan gunung, bila akan dilakukan perkawinan ada keluarga dekat yang meninggal dunia, maka perkawinan harus dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian tidak dilaksanakan upacara Ngaben seperti di Bali. Masyarakat Hindu di Tengger tidak mengenal pembakaran mayat seperti di Bali, tetapi melakukan pembakaran boneka berpakaian yang dilambangkan manusia yang meninggal ditempat pembakaran setelah mayat dimakamkan. Sesudah dimandikan dengan air yang dimantrai oleh dukun, mayat orang meninggal lalu dikafani kain putih tiga lapis, kemudian diusung dengan ancak terbuat dari bambu, dikubur membujur ke timur dan terlentang. Selanjutnya diadakan upacara “misahi”, yaitu perpisahan antara orang yang meninggal dengan keluarganya, dipimpin seorang dukun. Selanjutnya setelah 44 hari atau lebih diadakan Upacara “Entas-Entas”.&lt;br /&gt;Upacara ini dimaksudkan untuk memohon ampun kepada Sang Maha Agung agar arwah almarhum yang masih “Nglambrang” (melayang-layang tak menentu) segera dapat masuk surga. Pada upacara entas-entas ini dibuat boneka yang terbuat dari dedaunan, bunga kenikir dan janur kuning yang menggambarkan jasad almarhum. Boneka tersebut disebut petra. Petra diberi pakaian dari pakaian asli almarhum yang dientas. Banyaknya petra yang dientas juga menurut jumlah orang yang meninggal. Dukun membacakan mantra pendahuluan selama lebih dari satu jam sambil membunyikan genta kecil. Di depan dukun ada beberapa anak kecil tidak memakai baju, dikerudungi kain putih. Jenis kelamin dan jumlah anak-anak menurut jenis kelamin dan jumlah yang dientas. Selama dukun membaca mantra, kira-kira baru separuhnya, ibu dukun dibantu beberapa lainnya menanak nasi dengan api dari buah jarak. Selanjutnya dukun membakar sedikit ujung rambut anak-anak tadi, lalu menjarumi kain putih yang dijadikan kerudung. Dukun hanya menirukan gerakan orang menjarum, tetapi tanpa benang. Setelah selesai, dukun menaruh beras dikepala anak-anak tadi, kemudian mengambil itik dan ayam putih mulus, dipatuk-patukan pada beras dikepala anak-anak tadi. Legen memecah buah kelapa dengan parang didepan pintu rumah. Acara terakhir dibacakan mantra penutup oleh dukun, kemudian petra-petra tersebut dibawa ke tempat danyang (tempat peleburan) untuk dibakar. Rupanya pembakaran petra dimaksudkan sebagai pengganti upacara ngaben. Sebagai orang Majapahit, masyarakat Tengger membawa ada dan kebudayaan Majapahit di pemukiman baru. Tetapi tidak nampak kebesaran budaya Majapahit dipemukiman mereka, seperti seni pahat dan seni patung yamh indah, gelar bangsawan atau kasta. Hal ini mungkin karena mereka ingin menyembunyikan identitas diri mereka sebagai pelarian. Namun adat istiadat, agama dan sikap hidup tetap hidup  dan dipatuhi hingga sekarang. Mereka berbahasa Jawa Tengger yang khas, agak berbeda dengan bahasa Jawa umumnya di Jawa Timur. Mereka mengenal semedi, puasa ngebleng (tidak makan tidak minum sama sekali), puasa mutih (hanya makan nasi putih dan air putih saja), yang biasa dilakukan oleh orang Jawa pada masa lalu. Dasar perhitungan yang digunakan untuk tanggal, bulan dan nama hari, nama bulan bersifat khas dan berlaku khusus bagi masyarakat Hindu di Tengger. Meskipun sebulan berjumlah 30 hari seperti pada umumnya, Masyarakat Tengger hanya mengenal tanggal 1 sampai tanggal 15. Selanjutnya untuk tanggal 16 sampai tanggal 30 disebut panglong 1 sampai panglong 15. Jadi perhitungan tanggal didasarkan pada munculnya bulan Sabit hingga Bulan  Penuh (Purnama). Tatkala bulan berjalan susut (berkurang) yaitu sejak tanggal 16 sampai dengan 30 disebut panglong. Urutan nama hari ia-lah : 1. Soma (Senin), 2. Anggara (Selasa), 3. Budha (Rabu), 4. Wrespati (Kamis), 5. Sukra (Jum’at), 6. Tumpek (Sabtu), 7. Radite (Minggu).&lt;br /&gt;Perhitungan tahun yang dipergunakan adalah Tahun Caka (Saka), 1 Tahun 354 hari terbagi atas 12 Bulan dengan nama-nama bulan sebagai berikut : 1. Bulan Kasa, 2. Bulan Karo, 3. Bulan Katiga, 4. Bulan Kapat, 5. Bulan Kalima, 6. Bulan Kanem, 7. Bulan Kapitu, 8. Bulan Kawolu, 9. Bulan Kasanga, 10. Bulan Kasepuluh, 11. Bulan Desta, 12. Bulan Kasada. Hampir setiap tahun Masyarakat Tengger menyelenggarakan Upacara sesuai dengan sifat dan kepentingannya, sebagai bukti kepatuhan menjalankan adat dan tradisi. Upacara atau perayaan disebut juga Wilujengan itu antara lain :&lt;br /&gt;1.    Wilujengan Karo,  dilaksanakan tanggal 7 bulan kedua, ditujukan kepada atman atau arwah para leluhur dan pada panglon 1 diadakan upacara sodoran. Sebenarnya Hari Raya Karo merupakan hari raya terbesar bagi masyarakat Tengger dan dilakukan secara bergantian di desa-desa. Segala pikiran dan dana dikerahkan untuk merayakan hari istimewa ini. Peringatan Hari Raya Karo dilakukan dengan menampilkan tarian sakral yang disebut Sodoran. Tarian ini melambangkan gerakan manusia dalam memperoleh keturunan. Upacara Sodoran ini hanya dilakukan di tiga desa yaitu Desa Ngadisari, Wonotoro dan Jetak secara bergantian setiap tahun dan dilakukan hanya oleh satu di suatu tempat upacara (balai desa). Masing-masing kelompok masyarakat desa yang akan melaksanakan upacara Sodoran dipimpin oleh seorang kepala desa setempat yang disebut sebagai ratu dalam tarian sakral tersebut. Untuk menuju ke tempat upacara yang ditentukan, kelompok masyarakat desa tadi berjalan-jalan bersama-sama dengan mengenakan pakaian adat Tengger (terdiri dari ikat kepala atau udeng, baju dan jas hitam, kain panjang). Semua yang dikenakan mulai baju, celana panjangm sepatu/sandal semua warna hitam gelap, mereka menari dengan iringan musik tradisional. Tari Sodoran dilakukan secara bergantian dan diakhiri oleh tarian para ratu serta pengawalnya dengan iringan gamelan. Mulai panglong dua sampai panglong tujuh (tanggal 17 sampai dengan 22), upacara dilanjutkan di rumah masing-masing dengan membuat sesaji tumpeng kecil-kecil, lauk-pauk, bermacam-macam bunga, bermacam-macam kue, kopi, rokok, kapur sirih (kinang), pisang raja dan lain-lain, diikuti acara kunjungan dukun dari rumah ke rumah warga untuk memberikan mantra. Biasanya pekerjaan ini baru bias diselesaikan tiga hari dua malam. Acara ini dilanjutkan dengan kunjungan masing-masing warga kepada sanak saudara atau tetangganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara baru berakhir pada panglong tujuh dan sebelum panglong tujuh dilakukan nyadran atau jiarah kubur dengan menaruh kembang boreh atau tetamping (sesaji). Selama hari raya Karo, siapapun yang datang bertamu pada warga Tengger, harus menerima jamuan makan dan minum. Bila menolak dianggap tidak menghargai yang punya rumah. Karena itu bila mengunjungi beberapa keluarga, sekaligus harus diatur jangan sampai perut kekenyangan sehingga kunjungan yang terakhir tidak sanggup untuk menerima jamuan makan lagi.&lt;br /&gt;2. Wilujengan Kapat, dilakukan pada tanggal 4 bulan keempat untuk memperingati sedulur papat lima pancer, momong jangkung atau momong dusun (yang menjaga desa) dan monco papating dusun atau kiblat empat desa. Upacara dilakukan dib alai desa.&lt;br /&gt;3. Wilujengan Kapitu, dilaksanakan pada tanggal 1 bulan ketujuh. Diadakan puasa pati-geni, tidak boleh makan dan tidur sehari semalam suntuk, diam di kamar atau di tempat yang sepi, kemudian dilanjutkan dengan puasa mutih, hanya makan nasi putih dan air tawar selama sebulan penuh dan diakhiri dengan puasa pati-geni lagi. Puasa ini biasanya hanya dilakukan oleh pamong desa, terutama dukun, legend dan wong sepuh.&lt;br /&gt;4. Wilujengan Kawolu, dilaksanakan pada tanggal 1 bulan kedelapan, bertujuan menyelamati bumi, air, api, angina, matahari, bulan, bintang dan angkasa luar. Sesaji pada wilujengan Kapat, Kapitu dan Kawolu ini sama dengan sesaji pada wilujengan Karo, hanya berbeda pada mantra-mantranya saja.&lt;br /&gt;5. Wilujengan Kasanga, dilaksanakan pada bulan kesembilan, bertujuan menyelamati babakan hawa sanga, yakni sembilan lubang pada tubuh manusia seperti mulut, telinga, hidung, payudara, kelamin, pusar, dubur, mata dan keringat. Upacara ini bertujuan pula untuk ngruwat desa. Sesaji seperti wilujengan Kapat, Kapitu dan Kawolu, tetapi ditambah lagi dengan seekor ayam, diarak beramai-ramai keliling desa, kemudian ayam tersebut disembelih lalu ditanam di halaman rumah kepala desa.&lt;br /&gt;6. Wilujengan Kasada, dilaksanakan pada tanggal purnama bulan keduabelas bertempat di Poten. Acara ini juga disebut Yadnya Kasada sebagaimana yang telah diuraikan pada halaman terdahulu. Dapur mereka dibuat dari bahan semen dan bata, dengan bahan bakar kayu. Karena hawa yang dingin, biasanya tungku dapur tetap berapi dengan ceret berisi air panas diatasnya. Tungku dapur ini berfungsi juga sebagai tempat perapian. Bila ada tamu akan disilahkan masuk dan duduk di dekat tungku dapur. Sambil berbincang-bincang, tuan rumah akan menyuguhkan kopi panas untuk tamunya. Biasanya kopi bubuk dibuat sendiri dengan aroma yang sedap. Obrolan menjadi semarak dengan suguhan kentang rebus atau keripik kentang. Sambil menghadap tungku, rasa dingin akan berkurang, apalagi bila telah meneguk kopi panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Tengger asli jarang yang mengembara meninggalkan daerahnya karena hasil bumi desanya memberi hasil yang cukup untuk hidup. Mereka menanam kentang, kubis, sayur mayor lainnya dan menanam jagung untuk makanan pokok. Pada umumnya mereka kuat berjalan jauh dengan membawa beban yang cukup berat. Rasa taat kepada adat dan agamanya membuat kehidupan dan budaya mereka masih murni dan kukuh, tak terpengaruh oleh tata kehidupan dan budaya dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari banyak hal menarik menyangkut adat dan budaya Masyarakat Tengger, tentang keteguhan dan kepatuhannya dalam mempertahankan tradisi, tentang “wilujengan” atau upacara-upacaranya yang kompleks, unik dan sarat akan “lambing-lambang” terselubung penuh makna, ada satu hal lagi yang memiliki relevansi dengan kelestarian alam dan lingkungan.&lt;br /&gt;Tempat tinggal Masyarakat Tengger di kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru Program jangka panjang Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru akan dikembangkan berbagai jenis tumbuhan penyangga sebagai daerah “buffer zone” untuk pelestarian alam serta keindahan dan populasinya, sangat diperlukan kondisi yang terjaga dan kepedulian masyarakat yang tinggal di lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasonal Bromo-Tengger-Semeru, bukan hanya menjadi kekayaan Nusantara, namun akan menjadi kebanggaan dunia Internasional. Masyarakat Tengger dengan “kondisi khasnya” sangat ideal untuk mendukung usaha-usaha pelestarian sumber daya alam dan lingkungan, sebagai “buffer zone” bagi kawasan Taman Nasonal Bromo-Tengger-Semeru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.probolinggokab.go.id/site/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=921&amp;Itemid=1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-868923073638316536?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/868923073638316536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/sejak-ditemukannya-prasasti-tengger.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/868923073638316536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/868923073638316536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/sejak-ditemukannya-prasasti-tengger.html' title='Masyarakat Tengger'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/Swnrr--tGGI/AAAAAAAAAGk/Fo5Crwl8NJQ/s72-c/gbromo1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-4485997143742545787</id><published>2009-11-23T09:44:00.002+08:00</published><updated>2009-11-23T09:51:27.040+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Budaya'/><title type='text'>Tari Glipang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwnpU3rM0SI/AAAAAAAAAGE/LGCYTPrp2NQ/s1600/glipang4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 195px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwnpU3rM0SI/AAAAAAAAAGE/LGCYTPrp2NQ/s320/glipang4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407109372386791714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yaitu sebuah tari yang bersumber dari kesenian rakyat Probolinggo yang hidup tumbuh dan berkembang ditengah kehidupan rakyat dan tarian ini diiringi dengan musik tradisional yang dinamakan “Glipang”.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwnqNPOywTI/AAAAAAAAAGc/40GfVP9pyUQ/s1600/glipang3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwnqNPOywTI/AAAAAAAAAGc/40GfVP9pyUQ/s200/glipang3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407110340782768434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tari Kiprah Glipang ini menggambarkan betapa gagah dan terampilnya para pemuda yang sedang berlatih olah keprajuritan. Perkumpulan Tari Kiprah Glipang yang  terkenal berada di Desa Pendil – Banyuanyar hingga banyak orang berkeyakinan bahwa desa inilah tempat asal muasalnya kesenian ini.&lt;br /&gt;Desa Pendil telah mempopulerkan kesenian ini sampai ke tempat-tempat lain diluar Probolinggo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.probolinggokab.go.id/site/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=828&amp;Itemid=1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-4485997143742545787?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/4485997143742545787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/blog-post_23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/4485997143742545787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/4485997143742545787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/blog-post_23.html' title='Tari Glipang'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwnpU3rM0SI/AAAAAAAAAGE/LGCYTPrp2NQ/s72-c/glipang4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-4695512365428088441</id><published>2009-11-23T09:37:00.003+08:00</published><updated>2009-11-23T09:43:19.364+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Budaya'/><title type='text'>Kuda Kencak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/Swnn_mHbZ3I/AAAAAAAAAF8/XG-5E_W5YIg/s1600/kuda2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/Swnn_mHbZ3I/AAAAAAAAAF8/XG-5E_W5YIg/s320/kuda2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407107907384469362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu jenis kesenian yang paling unik dan menarik dari Probolinggo adalah tarian Kuda Kencak. Kata “kencak” sendiri berarti mengangkat kaki berulang kali. Satu gerakan indah dan jenaka yang dilakukan oleh kuda mengiringi irama bunyi-bunyian dari gamelan yang ditabuh oleh beberapa orang. Sang kuda diberi hiasan warna-warni. Seorang anak yang duduk dipunggungnya juga memakai pakaian yang tidak kurang gemerlapannya, diberi untaian bunga sekeliling kepalanya, dipayungi dengan payung berwarna serta diarak dan diperlakukan bagai pengantin.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/Swnn_RlBodI/AAAAAAAAAF0/yjwNGZ8S1e0/s1600/kuda1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 285px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/Swnn_RlBodI/AAAAAAAAAF0/yjwNGZ8S1e0/s320/kuda1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407107901871464914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tradisi ini sebenarnya dilakukan dalam upacara mengkhitankan seorang anak. Tetapi perkembangan menunjukkan bahwa kebiasaan ini juga dilaksanakan sebagai penebus nazar atau niat seseorang. Misalnya saja seseorang akan mempagelarkan Kuda Kencak apabila anaknya sembuh dari sakit. Maka bila anaknya benar-benar telah sembuh, si anak akan menari bersama kuda kencak dan diarak beramai-ramai.&lt;br /&gt;Setibanya dari arak-arakan tersebut, barulah diadakan pertunjukan sepenuhnya. Gamelan di tabuh dengan irama tertentu. Pengiringnya, biasanya disebut “Janis”, akan ikut pula menari dan membawakan kidung-kidung, sejenis pantun sindir menyindir dan dibawakan bersahut-sahutan. Dalam irama gamelan itulah kuda dengan kejenakaannya mengangguk-angguk, menggeleng-gelengkan kepala serta merentak-rentakkan kakinya sesuai dengan ritme bunyi-bunyian. Kini kuda kencak sering dipagelarkan  untuk menyambut tamu-tamu agung  atau tamu-tamu yang dihormati.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.probolinggokab.go.id/site/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=905&amp;Itemid=1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-4695512365428088441?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/4695512365428088441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/kuda-kecak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/4695512365428088441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/4695512365428088441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/kuda-kecak.html' title='Kuda Kencak'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/Swnn_mHbZ3I/AAAAAAAAAF8/XG-5E_W5YIg/s72-c/kuda2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-5473359639033811039</id><published>2009-11-23T08:50:00.002+08:00</published><updated>2009-11-23T09:02:45.065+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda'/><title type='text'>Getras Paiton - Probolinggo</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwndA753eVI/AAAAAAAAAFs/Nl33s3_NPa4/s1600/P7200321cilik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwndA753eVI/AAAAAAAAAFs/Nl33s3_NPa4/s320/P7200321cilik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407095835785132370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwndAizFuWI/AAAAAAAAAFk/ygqgZIKW4hE/s1600/gladiator3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwndAizFuWI/AAAAAAAAAFk/ygqgZIKW4hE/s320/gladiator3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407095829045819746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;GETRAS PAITON PROBOLINGGO&lt;br /&gt;Waktu/Tanggal : 12 Desember 2009&lt;br /&gt;Hadiah        : 2 Buah sepeda motor, dorprize, tropy dan piagam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info          : 1. Kantor KNPI Kab. Probolinggo&lt;br /&gt;                  Kontak : 085236807867 (Jack)&lt;br /&gt;               2. Eko ndutz (Sekitar Pasar dringu)&lt;br /&gt;                  Kontak : 085258095563&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-5473359639033811039?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/5473359639033811039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/getras-paiton-probolinggo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/5473359639033811039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/5473359639033811039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/getras-paiton-probolinggo.html' title='Getras Paiton - Probolinggo'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwndA753eVI/AAAAAAAAAFs/Nl33s3_NPa4/s72-c/P7200321cilik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-5358747773900815103</id><published>2009-11-21T08:54:00.000+08:00</published><updated>2009-11-20T18:04:36.226+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>Macam Informasi</title><content type='html'>&lt;div align="Center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwXqKWTxGMI/AAAAAAAAAFc/G-960HwQiRs/s1600/hotel.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwXqKWTxGMI/AAAAAAAAAFc/G-960HwQiRs/s320/hotel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405984391236229314" /&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/hotel.html"&gt;Hotel&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwXp6fxpktI/AAAAAAAAAFU/H092v_crz1s/s1600/resto.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwXp6fxpktI/AAAAAAAAAFU/H092v_crz1s/s320/resto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405984118899577554" /&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/restoran.html"&gt;Restoran&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-5358747773900815103?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/5358747773900815103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/hotel-restoran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/5358747773900815103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/5358747773900815103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/hotel-restoran.html' title='Macam Informasi'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwXqKWTxGMI/AAAAAAAAAFc/G-960HwQiRs/s72-c/hotel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-4261015030743923581</id><published>2009-11-20T08:53:00.000+08:00</published><updated>2009-11-23T09:29:23.876+08:00</updated><title type='text'>Restoran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Grand Bromo&lt;br /&gt;Jl. Ry. Bromo, Sukapura, Probolinggo&lt;br /&gt;Phone: +62-335 581110, 58113&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampiarto Plaza&lt;br /&gt;Jl. Surojo 15&lt;br /&gt;Phone: +62-335 421288, 422995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafe Venus&lt;br /&gt;Sukapura (0335) 541080, 541120&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RM. Borobudur&lt;br /&gt;Jl. Soekarno Hatta No 249 Probolinggo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RM. Jawa Barat&lt;br /&gt;Paiton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lava&lt;br /&gt;Cemoro Lawang, Sukapura&lt;br /&gt;Phone +62-335 23458&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bromo Permai&lt;br /&gt;Jl. Cemoro Lawang&lt;br /&gt;Desa Ngadisari&lt;br /&gt;Phone +62-335 541021&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RM. Lumayan&lt;br /&gt;Jl. Raya Tambakrejo No 74, Tongas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RM. Nirwana&lt;br /&gt;Jl. Suroyo No 39 Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 421713&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RM. Panorama&lt;br /&gt;Jl. Raya Sumberasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RM.Tongas Asri&lt;br /&gt;Jl. Raya Tongas Km 84 Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 511007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemara Indah&lt;br /&gt;Jl. Cemoro Lawang, Ngadisari&lt;br /&gt;Phone +62-335 23457&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yochi's&lt;br /&gt;Desa Wonokerto&lt;br /&gt;Phone +62-335 541018&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-4261015030743923581?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/4261015030743923581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/restoran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/4261015030743923581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/4261015030743923581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/restoran.html' title='Restoran'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-1151426421612913801</id><published>2009-11-20T08:52:00.001+08:00</published><updated>2009-11-23T09:03:33.959+08:00</updated><title type='text'>Hotel</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bromo Home Stay&lt;br /&gt;Jl. Ngadisari Probolinggo&lt;br /&gt;Phone : +62 335 541022&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bromo Permai I&lt;br /&gt;Cemorolawang, Ngadisari Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 541021&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cave Lava&lt;br /&gt;Cemorolawang, Ngadisari Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 541020 - 541009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemara Indah&lt;br /&gt;Cemorolawang, Ngadisari Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 541019&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raya Bromo&lt;br /&gt;Desa Sukapura Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 581108,581105&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakura&lt;br /&gt;Jl. Panglima Sudirman, Kraksaan&lt;br /&gt;Phone +62-335 841257&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Dimur&lt;br /&gt;Ds. Ngepung - Sukapura - Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 581193&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saragih&lt;br /&gt;Jl. Raya Paiton Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 843020&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhimas&lt;br /&gt;Jl. Raya Dringu 55 Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 425357&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lava View&lt;br /&gt;Cemorolawang, Ngadisari Sukapura&lt;br /&gt;Phone +62-335 541009,541020&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New Panorama&lt;br /&gt;Jl. Raya Lemah Kembar Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 421517&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paiton Asri&lt;br /&gt;Jl. Raya Binor 147 Paiton Probolinggo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukapura Permai&lt;br /&gt;Desa Sukapura Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 581067&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucik Tengger&lt;br /&gt;Ds.Wonotoro - Ngadisari&lt;br /&gt;Phone +62-335 541014 , 428306&lt;br /&gt;Fax. +62-335 431491&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yochis&lt;br /&gt;Ds. Krajan Wonokerto 01&lt;br /&gt;Ngadisari Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 541018&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukapura Hotel&lt;br /&gt;Jl. Raya Bromo 135 Sukapura Probolinggo&lt;br /&gt;Phone +62-335 561067&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-1151426421612913801?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/1151426421612913801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/hotel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/1151426421612913801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/1151426421612913801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/hotel.html' title='Hotel'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-8844368833895843450</id><published>2009-11-19T11:21:00.003+08:00</published><updated>2009-11-20T18:14:34.145+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macam Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Budaya'/><title type='text'>Wisata Budaya</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/candi-kedaton.html"&gt;Candi Kedaton&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwS554V3ZOI/AAAAAAAAAEs/008dQtvgPi0/s1600/1jabung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwS554V3ZOI/AAAAAAAAAEs/008dQtvgPi0/s320/1jabung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405649856779216098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/candi-jabung.html"&gt;Candi Jabung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-8844368833895843450?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/8844368833895843450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/wisata-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/8844368833895843450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/8844368833895843450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/wisata-budaya.html' title='Wisata Budaya'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwS554V3ZOI/AAAAAAAAAEs/008dQtvgPi0/s72-c/1jabung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-263620603508163031</id><published>2009-11-19T10:33:00.003+08:00</published><updated>2009-11-20T18:31:11.887+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Taman Hidup (Argopuro)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSu1B-QKYI/AAAAAAAAAEc/zA0BH12741w/s1600/IMG_1396.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSu1B-QKYI/AAAAAAAAAEc/zA0BH12741w/s400/IMG_1396.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405637678837279106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Probolinggo - Gunung Argopuro sangat rupawan, pemandangan indah dan hamparan rumput terbentang di kaki pegunungan tersebut. Namun, di balik keindahan gunung itu tersimpan kisah misteri tersendiri bagi para anggota Pramuka yang sempat tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian diluar nalar ini sempat dialami oleh 10 orang pelajar SMAN I Kepongan, Situbondo yang tersesat di gunung tempat mereka melakukan napak tilas Dewi Rengganis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tersesat dua hari, mereka mengaku menemuka hal-hal aneh dalam perjalanan mencari jalan pulang. Hal-hal aneh yang mereka alami yakni, terdengar suara aneh seperti teriakan, ranting patah serta lemparan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSu1NfljkI/AAAAAAAAAEU/Mn5SNVH2UJk/s1600/taman+hidup.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSu1NfljkI/AAAAAAAAAEU/Mn5SNVH2UJk/s400/taman+hidup.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405637681929883202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Malam itu sampai di Danau Taman Hidup kita mendengar orang tertawa sekitar jam 12 malam lebih. Suara tertawa itu ada dua kali, Menakutkan sekali," kata Achmad Baidowi, salah seorang siswa saat berbincang dengan detiksurabaya.com di rumah warga di dekat Pos Pendakian Bremi, Krucil, Probolinggo, Selasa (26/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Baidowi, malam itu dia dan sembilan temannya sedang menunggu pertolongan dari tima SAR. Saat peristiwa aneh terjadi, dua pembina mereka tengah mencari pertolongan, dan menjemput teman-temannya yang masih tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu cerita Baidowi, mereka ketakutan saat mendengar suara orang tertawa dan ranting yang patah, serta bunyi kicau burung. Karena ketakutan, mereka lalu berkumpul dalam satu tikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami takut sekali, dan kami berkumpul di dalam satu tikar. Kami memang tidak mendirikan tenda karena kami menunggu bantuan," timpal Zainiyah, salah satu pelajar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, salah satu siswi yang dalam satu rombongan bernama Cici menambahkan, suara aneh itu seperti muncul dengan sengaja. Karena pada saat itu mereka tidak dalam pengawasan pembina mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kayaknya seperti disengaja ketika ada bantuan tim SAR atau pembina datang, suara-suara aneh itu hilang, tapi kalau tidak, muncul lagi seperti ranting yang berjatuhan dan burung yang berkicau," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan rasa takut, tambah Cici sepanjang perjalanan ke posko Karetan mereka tidak putus-putusnya berzikir dan membaca sholawat. "Doa dan zikir tidak berhenti sampai kita di sini (Bremi,red)," ungkapnya. (wln/bdh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://surabaya.detik.com/read/2009/05/26/121445/1137246/475/di-danau-taman-hidup-siswa-digoda-penunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-263620603508163031?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/263620603508163031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/taman-hidup-argopuro.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/263620603508163031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/263620603508163031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/taman-hidup-argopuro.html' title='Taman Hidup (Argopuro)'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSu1B-QKYI/AAAAAAAAAEc/zA0BH12741w/s72-c/IMG_1396.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-4116435789431175946</id><published>2009-11-19T10:29:00.000+08:00</published><updated>2009-11-20T18:12:09.236+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>RANU SEGARAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSuST36TaI/AAAAAAAAAEM/8UBch0OeXCI/s1600/1ranusegaran.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSuST36TaI/AAAAAAAAAEM/8UBch0OeXCI/s400/1ranusegaran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405637082347097506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kecamatan Tiris, Ranu Segaran merupakan sebuah tempat wisata yang terletak di Desa Segaran Kecamatan Tiris, tempat yang indah dan mudah dijangkau oleh para wisatawan.&lt;br /&gt;Ranu Segaran merupakan danau alam yang indah, airnya nampak jernih, lingkungannya masih alami dan udaranya segar sehingga memberikan kenyamanan dan ketenangan tersendiri bagi wisatawan. Terletak di Desa Segaran +60 km arah Tenggara dari Kota Probolinggo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-4116435789431175946?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/4116435789431175946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/ranu-segaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/4116435789431175946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/4116435789431175946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/ranu-segaran.html' title='RANU SEGARAN'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSuST36TaI/AAAAAAAAAEM/8UBch0OeXCI/s72-c/1ranusegaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-6576973431108553215</id><published>2009-11-19T10:24:00.003+08:00</published><updated>2009-11-20T18:12:09.236+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Pantai Bentar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwStDeCDkHI/AAAAAAAAAEE/wWHLw0QPmIg/s1600/IMG-2263.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwStDeCDkHI/AAAAAAAAAEE/wWHLw0QPmIg/s400/IMG-2263.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405635727864336498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wisata Probolinggo, Bentar Indah adalah obyek wisata Pantai yang terletak di tepi jalan Surabaya Banyuwangi, Kecamatan Gending 7 Kilometer dari Kota Probolinggo, ke arah timur. Pantai Bentar sangat potensial mengingat lokasi merupakan lintasan wisata overland Jawa-Bali, bisa dikembangkan menjadi semacam resort. Di sekitar pantai direncanakan akan didirikan Hotel Terapung lengkap dengan fasilitas penunjang lainnya berupa water sport, sea aquarium, play ground, swimming pool, mangroves forest, fish pond dll. Apalagi di sepanjang perjalanan dari Surabaya-Bali hanya ada satu stop over bagi wisatawan, yaitu Pantai Pasir Putih (Situbondo). Makanya Bentar Indah dianggap cukup menjanjikan, khususnya bagi pengusaha restorant dan perhotelan&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwStDPpkLPI/AAAAAAAAAD8/FRZtBzOwSJM/s1600/112938-bashful-sunrise-bentar-beach-probolinggo-indonesia%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwStDPpkLPI/AAAAAAAAAD8/FRZtBzOwSJM/s400/112938-bashful-sunrise-bentar-beach-probolinggo-indonesia%5B2%5D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405635724003519730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Letaknya berada di tikungan jalan raya, berseberangan dengan bukit. Dari atas bukit, nampak lokasi Bentar Indah berada dibibir pantai dengan latar belakang pemandangan laut yang sangat indah. Disebelah timurnya terdapat hutan bakau yang diperluas untuk tambak tradisional untuk benih udang dan ikan laut. Wisatawan dapat memancing, dengan membayar sewa pemancingan. Dimasa mendatang rencananya perjalanan dari Probolinggo menuju Pulau Gili Ketapang akan dialihkan ke Pantai Bentar Indah. [Probolinggo]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-6576973431108553215?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/6576973431108553215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/pantai-bentar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/6576973431108553215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/6576973431108553215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/pantai-bentar.html' title='Pantai Bentar'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwStDeCDkHI/AAAAAAAAAEE/wWHLw0QPmIg/s72-c/IMG-2263.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-953413817224808753</id><published>2009-11-19T09:37:00.007+08:00</published><updated>2009-11-20T18:14:34.145+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macam Wisata'/><title type='text'>Wisata Alam</title><content type='html'>&lt;div align="Center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwS4c1BI7eI/AAAAAAAAAEk/9QmW_JK2KOs/s1600/1tamanhidup.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwS4c1BI7eI/AAAAAAAAAEk/9QmW_JK2KOs/s320/1tamanhidup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405648258159144418" /&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/taman-hidup-argopuro.html"&gt;Taman Hidup&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSj1qgDr6I/AAAAAAAAADs/IbmT2R00Maw/s1600/1ranusegaran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSj1qgDr6I/AAAAAAAAADs/IbmT2R00Maw/s320/1ranusegaran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405625595088580514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/ranu-segaran.html"&gt;Ranu Segaran&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSj1KX6nMI/AAAAAAAAADk/DAShKtVYEv8/s1600/1bentar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSj1KX6nMI/AAAAAAAAADk/DAShKtVYEv8/s320/1bentar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405625586464496834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/pantai-bentar.html"&gt;Pantai Bentar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/songa-rafting.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSiJUC7MMI/AAAAAAAAADU/Yxxzd2gmqJY/s1600/1songa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSiJUC7MMI/AAAAAAAAADU/Yxxzd2gmqJY/s320/1songa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405623733634937026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/songa-rafting.html"&gt;Songa Rafting&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/air-terjun-madakaripura.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSiJBgvWCI/AAAAAAAAADM/XxrzDVH3tqs/s1600/1madakaripura.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSiJBgvWCI/AAAAAAAAADM/XxrzDVH3tqs/s320/1madakaripura.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405623728659716130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/air-terjun-madakaripura.html"&gt;Air Terjun Madakaripura&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/kebun-lawang-kedaton.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSiI4xhknI/AAAAAAAAADE/jgnoywlqchw/s1600/1kebunteh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSiI4xhknI/AAAAAAAAADE/jgnoywlqchw/s320/1kebunteh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405623726314197618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/kebun-lawang-kedaton.html"&gt;Kebun Teh Lawang Kedaton&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/gunung-bromo.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSiIj55W2I/AAAAAAAAAC8/cFOfSWnr8Sc/s1600/1bromo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSiIj55W2I/AAAAAAAAAC8/cFOfSWnr8Sc/s320/1bromo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405623720712166242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/gunung-bromo.html"&gt;Gunung Bromo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ahref="http:&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-953413817224808753?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/953413817224808753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/songa-rafting-air-terjun-madakaripura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/953413817224808753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/953413817224808753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/songa-rafting-air-terjun-madakaripura.html' title='Wisata Alam'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwS4c1BI7eI/AAAAAAAAAEk/9QmW_JK2KOs/s72-c/1tamanhidup.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-8713645064007972354</id><published>2009-11-19T09:13:00.002+08:00</published><updated>2009-11-20T18:12:09.237+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Gunung Bromo</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSb5x3zHUI/AAAAAAAAACc/_varQ_97_OY/s1600/2115201_bromo02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSb5x3zHUI/AAAAAAAAACc/_varQ_97_OY/s400/2115201_bromo02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405616869693660482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gunung Bromo merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Timur. Tempat wisata alam ini terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di timur kota Malang, Jawa Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjungnya bukan hanya wisatawan lokal, bahkan banyak yang berasal dari luar negeri. Dengan pemandangan yang khas membuat Bromo layak menjadi tujuan wisata. Apa saja keistimewaan Gunung Bromo? Dingin, begitulah yang akan Anda rasakan saat pertama kali Anda keluar dari mobil. Suhu disini mencapai 10 derajat bahkan sampai 0 derajat Celsius saat menjelang pagi. Maka, Anda hendaknya mempersiapkan pakaian dingin, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, syal untuk mengatasinya. Tapi, bila Anda melupakan perlengkapan tersebut, ada banyak penjaja keliling yang menawarkan dagangannya berupa topi, sarung tangan, atau syal.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung biasa mengunjungi kawasan ini sejak dini hari dengan tujuan melihat terbitnya matahari. Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan merupakan medan yang berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi. Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai diatas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat. Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan moment ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas. Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung biasa mengunjungi kawasan ini sejak dini hari dengan tujuan melihat terbitnya matahari. Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan merupakan medan yang berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi. Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai diatas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat. Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan moment ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas. Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menyaksikan matahari terbit, Anda dapat kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari dapat membuat Anda melihat pemandangan sekitar. Ternyata Anda melewati lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km². Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melayangkan pandangan Anda kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips:&lt;br /&gt;Berkunjunglah pada musim kemarau, jangan musim penghujan, sehingga anda akan mendapatkan momen pemandangan yang sempurna.&lt;br /&gt;Siapkan pakaian pelindung dingin, seperti kerpus, slayer, syal, sarung tangan, jaket, dan jangan lupa sepatu karena cuaca disini cukup dingin.&lt;br /&gt;Bawalah juga kacamata untuk pelindung dari debu pasir selama di segoro wedi.&lt;br /&gt;Jangan berada dikawah Bromo diatas pukul 9 pagi untuk menghindari resiko keracunan.&lt;br /&gt;Timing yang paling tepat berangkat dari Surabaya atau Malang adalah sekitar pukul 12-1 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=30283&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-8713645064007972354?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/8713645064007972354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/gunung-bromo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/8713645064007972354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/8713645064007972354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/gunung-bromo.html' title='Gunung Bromo'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSb5x3zHUI/AAAAAAAAACc/_varQ_97_OY/s72-c/2115201_bromo02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-4197079469437324294</id><published>2009-11-19T09:12:00.000+08:00</published><updated>2009-11-20T18:10:54.473+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Budaya'/><title type='text'>Candi Kedaton</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah Kacyapa, seorang begawan, memiliki dua istri: Kadru dan Winata. Kedua wanita itu bersaudara yang sama-sama belum dikarunia anak setelah lama menikah. Mereka menghadap kepada sang suami agar diberi keturunan. Sang begawan lalu memberi mereka telur-telur yang harus dierami.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Telur yang diberikan kepada Kadru menetas lebih dulu berupa seribu ular. Winata iri lalu memecahkan satu telurnya walau belum saatnya menetas. Lahirlah seorang anak yang belum sempurna bentuknya, diberi nama Aruna. Sang anak mengutuk ibunya, kelak sang ibu menjadi budak saudaranya sendiri. Tetapi kutukan itu akan hilang dengan syarat harus menunggu menetasnya telur yang satu lagi. Dialah yang akan membebaskan Winata.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, kutukan Aruna menjadi kenyataan. Winata menjadi budak Kadru. Hingga suatu saat telur Winata yang tersisa menetaskan seekor garuda. Sang garuda kemudian mencari air amerta sebagai syarat membebaskan ibunya yang diajukan oleh Kadru dan anak-anaknya. Melalui perjuangan berat, akhirnya garuda berhasil mendapatkan amerta. Dalam perjalanan pulang, ia bertemu dengan Dewa Wisnu dan meminta garuda menjadi wahana-nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Garuda kemudian menyerahkan air amerta kepada Kadru dan ular-ularnya. Namun sang garuda berpesan agar anak-anak Kadru sebelum meminum air kehidupan itu mandi terlebih dulu. Garuda sengaja bermaksud agar ular-ular itu lengah sehingga amerta dapat dicuri para dewa. Dewa Indra bertugas mencuri amerta ketika para ular sedang mandi dan berhasil menjalankan tugasnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Inilah kisah Garudeya, yang intinya tentang pelepasan dari perbudakan. Garuda pun menjadi lambang semangat kemerdekaan dari segala bentuk perbudakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Stuktur Candi Kedaton&lt;br /&gt;      Candi Kedaton di dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur yang berdekatan dengan pendopo Majapahit, hingga kini masih misteri bentuknya. Sampai saat ini para arkeolog belum mampu menemukan bentuk yang sebenarnya dari candi kedaton, sehingga sampai sekarang belum di rekontruksi. Candi Kedaton yang juga memiliki Sumur Upas. Namun diperkirakanbentuk bagunan situs tersebut segi emapat, bangunan candi dengan sumur upas, makam Islam, mulut goa, dan lorong rahasia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Candi yang berbentuk datar itu diduga merupakan ruang pertemuan, tapi di sudut selatan ada makamnya, sedangkan bentuk goa diduga sebagai tempat semadi (pertapaan), dan lorong rahasia diduga ruang pelarian.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     Cuplikan kisah Garudeya terpahat dalam relief di Candi Kedaton. Letak bangunan suci agama Hindu yang berada di lereng Pegunungan Iyang di Jawa Timur ini di Dusun Lawang Kedaton, Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Candi berukuran enam meter persegi dan berangka tahun Saka 1292 (1370 M) yang terpahat di pipi tangga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Candi Kedaton memiliki 33 buah panil relief pada bagian kaki candi. Selain kisah Garudeya, beberapa panil menggambarkan kisah Arjunawiwaha dan Bhomakawya. Panil-panil lainnya belum diketahui ceritanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Kisah Garudeya digambarkan dalam tiga buah relief. Dua buah relief telah dipublikasikan oleh Bernet Kempers tahun 1959 dalam bukunya yang termashyur: Ancient Indonesian Art. Satu relief menggambarkan garuda membuka paruhnya lebar-lebar untuk memakan penduduk; satu relief lagi adegan garuda menghatur sembah kepada ibunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Tampaknya Candi Kedaton yang kecil itu memiliki daya tarik yang besar pada relief-reliefnya. Bernet Kempers memublikasikan dua buah relief lainnya yang menggambarkan kisah Bhomakawya. ”A very emotional scene”, demikan komentar Kempers pada relief yang menggambarkan Samba, putra Kreshna, mengunjungi putri Yajnavati sebelum berkelahi dengan tentara raksasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Selain Bernet Kempers, Balai Arkeologi Yogyakarta menganggap penting relief-relief Candi Kedaton untuk bahan kajian tentang fauna-flora dan jenis busana masa Jawa kuno yang digambarkan dalam relief. Seluruh panil relief didokumentasikan pada tahun 1997.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber Tulisan : &lt;br /&gt;http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0509/30/humaniora/2085540.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-4197079469437324294?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/4197079469437324294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/candi-kedaton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/4197079469437324294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/4197079469437324294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/candi-kedaton.html' title='Candi Kedaton'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-7008757997239608634</id><published>2009-11-19T09:09:00.003+08:00</published><updated>2009-11-20T18:12:09.238+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Air Terjun Madakaripura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSbJiKVtBI/AAAAAAAAACU/0pw14tZZ7vQ/s1600/IMGP2016.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSbJiKVtBI/AAAAAAAAACU/0pw14tZZ7vQ/s400/IMGP2016.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405616040842736658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura. Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air tejun ini. Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut. &lt;br /&gt;Untuk mencapai tempat wisata ini tidak terlalu sulit. Sebaiknya kunjungan dilakukan bila kita akan ke Bromo dari arah Probolinggo dikarenakan searah dengan perjalanan atau saat berada di Bromo dan dilakukan pagi hari. Lokasi bisa dicapai dengan kendaraan pribadi atau mobil sewaan (dari Probolinggo menyewa Panther Rp 150.000,- pp + supir, 12/2003). Jika kita datang dari arah Probolinggo maka sesampai di Desa Sukapura kita belok kanan., kita akan melewati jalan aspal dengan suguhan pemandangan pada bagaian kiri-kanan berupa gunung tinggi yang menyegarkan mata. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih setelah sekitar 5 km melakukan perjalanan, kita akan bertemu dengan pintu masuk kawasan wisata air terjun Madakaripura yang ditandai dengan tempat parkir yang luas dan patung Gajah Mada. Disini, banyak penduduk lokal yang menawarkan diri menjadi 'guide' yang akan menemani sambil menceritakan sejarah objek wisata tersebut hingga kita balik lagi ke tempat parkir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita harus berjalan kira-kira 15 menit, melewati jalan setapak terbuat dari semen yang berbatu sehingga kalau basah tidak akan licin. Saat berjalan kaki ini kita juga disuguhi pemandangan indah dan menyejukkan, di samping kanan kita ada aliran sungai berbatu-batu, di kanan kiri kita diapit tebing tinggi dengan pepohonan lebat beserta iringan kicauan burung dan derikan kumbang. Terkadang di beberapa bagian jalan, terhalang oleh pohon rubuh atau ada bekas longsoran, meskipun demikian jalan ini relatif datar dan dapat dijalani dengan mudah, kalau kecapekan ada beberapa tempat di sepanjang jalan yang bisa digunakan untuk duduk-duduk beristirahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tiba di lokasi air terjun kita akan bertemu dengan warung kecil, pos penjaga dan toilet (bisa ganti baju), disitu terdapat pula penyewaan payung bila kita tidak ingin terlalu basah kuyup. Air terjun ini berawal dari air yang mengalir dari tebing memanjang dan membentuk tirai, sehingga kita bisa berpayung ria berjalan di bawahnya. Di ujungnya, kita akan bertemu dengan sebuah ruangan berbentuk lingkaran berdiameter kira-kira 25 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri di dalam ruangan alam ini kita akan merasa seolah berada di dasar sebuah tabung, dimana terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 200 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras. Keunikan dan kesejukan air terjun ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anda penggemar fotografi, lokasi ini bisa menjadi obyek yang tidak habis-habisnya, mulai dari pintu masuk kedatangan hingga suasana air terjun yang seolah dalam tabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang di Probolinggo baik di hotel maupun di travel agent yang kami tanyai mengenai air terjun ini mengaku belum pernah berkunjung kesana. Hal ini mungkin disebabkan karena bentuk air terjun ini yang bila terjadi longsor atau banjir, maka kita yang berada di dasar tabung tersebut akan terperangkap. Sehingga berada di 'tabung' ini perasaan kita akan bercampur aduk antara kagum pada keindahan alam ini dan was-was. Melihat kondisi seperti ini jika diperkirakan akan terjadi longsor atau banjir, kawasan objek wisata Madakaripura ini akan ditutup untuk pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah puas main air dan kedinginan, kita bisa menikmati minuman panas di warung dekat air terjun sebelum berjalan kaki lagi menuju tempat parkir. Secara umum tempat ini telah dikelola dengan cukup baik, dapat dicapai lewat jalan aspal yang mulus, jalan setapak yang nyaman, fasilitas umum seperti kamar mandi, mesjid dan tempat parkir. Namun kurangnya informasi mengenai tempat ini dan jaminan keamanan yang belum ada mengakibatkan jarang orang tahu dan mau berkunjung ke kawasan wisata ini. Dengan promosi yang cukup, pengunjung Bromo akan dapat menambah daftar tujuan wisatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-7008757997239608634?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/7008757997239608634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/air-terjun-madakaripura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/7008757997239608634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/7008757997239608634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/air-terjun-madakaripura.html' title='Air Terjun Madakaripura'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSbJiKVtBI/AAAAAAAAACU/0pw14tZZ7vQ/s72-c/IMGP2016.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-2414698059589777649</id><published>2009-11-19T09:05:00.002+08:00</published><updated>2009-11-20T18:10:54.473+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Budaya'/><title type='text'>CANDI JABUNG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Candi Jabung terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Bahan Bangunan terbuat dari batu bata dan ukuran candi Jabung adalah panjang 13,13 meter, lebar 9,60 meter dan tinggi 16,20 meter. Candi Jabung berdiri di sebidang tanah berukuran 35 meter x 40 meter.&lt;br /&gt;Pemugaran secara fisik pada tahun 1983-1987, penataan lingkungan luasnya bertambah 20,042 M2 dan terletak pada ketinggian 8M diatas permukaan air laut.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSaRA83IZI/AAAAAAAAACM/2E6i3sOXabw/s1600/cjabung.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSaRA83IZI/AAAAAAAAACM/2E6i3sOXabw/s400/cjabung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405615069855162770" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Jabung menghadap ke arah Barat, pada sisi barat menjorok ke depan, merupakan bekas susunan tangga naik memasuki Candi. Disebelah Barat Daya halaman candi terdapat bangunan candi. Menara sudut di perkirakan penjuru pagar, fungsinya sebagai pelengkap bangunan induk Candi Jabung. Candi Menara sudut terbuat dari bahan batu bata, bangunan candi tersebut berukuran tiap-tiap sisi 2.55 meter, tinggi 6 meter.&lt;br /&gt;Arsitektur Candi Jabung sangat menarik, mempunyai komponen berupa batur, kaki, tubuh dan atap, pada bagian tubuh bentuknya bulat (silinder segi delapan ) berdiri diatas bagian kaki candi yang betingkat tiga berbentuk persegi. Sedangkan pada bagian atapnya dagoda (stupa) tetapi pada bagian puncak sudah runtuh dan atapnya berhias motif sulur-suluran. Di dalam bidik candi terdapat lapik area, berdasarkan inskripsi pada pintu masuk candi Jabung didirikan pada tahun 1276 c (saka) = 1354 Masehi masa kebesaran kerajaan Majapahit. Menurut keagamaan, Agama Budha dalam kitab Nagara Kertagama dan Pararaton Candi Jabung di sebutkan dengan nama Bajrajinaparamitapura. Dalam kitab Nagara Kertagama candi Jabung di kunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada tahun 1359 Masehi pada kitab Pararaton disebut Sajabung yaitu tempat pemakaman Bhra Gundul salah seorang keluarga raja.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Candi Jabung terdiri dari bagian : batur, kaki, tubuh dan atap.&lt;br /&gt;• Bagian batur candi:&lt;br /&gt;Batur candi berukuran panjang 13,11 meter, lebar 9,58 meter diatas batur terdapat selasar keliling yang sempit dan terdapat beberapa panil relief yang menggambarkan kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;1. Seorang pertapa memakai surban berhadapan dengan muridnya.&lt;br /&gt;2. Dua orang lelaki yang sedang berada di dekat sumur, salah seorang memegangi tali timba.&lt;br /&gt;3. Diantara panil-panil terdapat panil berbentuk bulat menonjol semacam medallion dan relifnya di dalam medallion sudah aus.&lt;br /&gt;4. Singa yang saling berhadapan.&lt;br /&gt;• Bagian kaki candi:&lt;br /&gt;Pada dasarnya bentuknya segi empat, bagian barat atau depan terdapat bagian yang menjorok keluar atau bagian konstruksi yang mendukung tangga naik. Candi Jabung terdapat sebuah bilik segi empat dengan ukuran 1.30 x 1.30 meter tanpa terdapat pintu masuk untuk memasukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian kaki candi dibagi dibagi 2 (dua) bagian kaki candi.&lt;br /&gt;o a. Bagian kaki candi tingkat pertama&lt;br /&gt; Dimulai dari lis diatas batur yang berbentuk agief (3.51 genta) dengan hiasan daun padina, kemudian lis datar dengan kitinggian kurang lebih 60 cm, di atas lis-lis terdapat bidang panil yang teridiri dari 30 lapis bata merah atau setinggi 12 meter pada bidang panil dipahatkan motif medallion. Bidang tegak dari ornamen daun-daunan yang kesemuanya sudah tidak begitu jelas karena aus. Pada bagian tegak umumnya di pahatkan lukisan manusa, binatang dan pohon-pohonan.&lt;br /&gt; b. Bagian kaki candi tingkat dua:&lt;br /&gt;Bentuknya hampir sama dengan bagian kaki candi tingkat pertama, dimulai hiasan daun padma dan lis datar. Dibeberapa bagian terdapat bidang vertical selebar 50 cm berisi ukiran kala dan ornamen daun-daunan.&lt;br /&gt;• Bagian Tubuh Candi&lt;br /&gt;Bagian tubuh candi terdapat relief manusia, rumah dan pohon-pohonan, pada sudut tenggara terdapat relief yang menggambarkan wanita naik dipunggung seekor ikan, relief ini dalam agama hindu menceritakan cerita Sri Tanjung pelepasan jiwa. Relif Sri Tanjung juga terdapat di candi penataran Blitar, candi Surowono Kediri dan Gapura Bajangratu Mojokerto. Pada bagian tengah tubuh candi melalui pintu tersebut dapat melihat bilik candi yang berukuran 2,60 x 2,58 meter dan tinggi 5,52 meter dan pada bagian atasnya terdapat butu penutup cungkup yang berukir.&lt;br /&gt;Setelah bagian duduk tubuh candi diteruskan dengan tubuh candi berbentuk bulat (silinder) kelihatan kuat/cukup stabil dihias relief dan ukiran yang indah dan halus pahatannya. Diatas pintu semua di pahatkan bentuk kala di bagian bawah ambang pintu bentuknya segi empat menonjol keluar yang tengahnya dipahatkan kepala naga. Pada atas bingkai pintu ada balok batu kali terdapat pahatan roset ditengahnya bertuliskan angka tahun saka 1276 atau 1354 masehi merupakan bukti masa pembangunan candi Jabung. &lt;br /&gt;• Bagian atap candi.&lt;br /&gt;Bagian atap candi sudah hilang, sisa-sisanya kemungkinan besar puncaknya berbentuk stupa dan atapnya berhias motif sulur-suluran.&lt;br /&gt;Kegiatan pemugaran candi Jabung didesa candi Jabung kecamatan Paiton, kabupaten Probolinggo sebagai penghargaan terhadap hasil karya para leluhur bangsa untuk melestarikan bangunan merupakan bukti sejarah dan warisan keagungan bangsa juga sebagai sarana pengembangan wisata budaya.&lt;br /&gt;Pemugaran candi Jabung dilaksanakan oleh proyek pemugaran dan pemeliharaan peninggalan sejarah dan purbakala Jawa Timur yang bekerjasama dengan direktorat perlindungan dan pembinaan peninggalan sejarah dan purbakala Jakarta, bidang permusiuman dan kepurbakalaan kantor wilayah departemen pendidikan dan kebudayaan Propinsi Jawa Timur, suaka peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa tImur dan Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Probolinggo serta tidak kecil pula bantuan pemerintah Daerah tingkat II Kabupaten Probolinggo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.eastjava.com/books/jabungtemple/about.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-2414698059589777649?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/2414698059589777649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/candi-jabung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/2414698059589777649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/2414698059589777649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/candi-jabung.html' title='CANDI JABUNG'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSaRA83IZI/AAAAAAAAACM/2E6i3sOXabw/s72-c/cjabung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-7009005462741921973</id><published>2009-11-19T09:01:00.001+08:00</published><updated>2009-11-20T18:12:09.238+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Kebun The Lawang Kedaton</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; Berdiri sejak 1917 &lt;br /&gt;fdelling Lawang Kedaton (sekitar 900 - 1300 m dpl) adalah semacam anak perusahaan dari Unit Usaha Strategis (UUS) Kebun Teh Gunung Gambir yang berada di bawah PT Perkebunan Nusantara XII. Area Lawang Kedaton masuk wilayah kecamatan Tiris, sedang bagian timurnya, area Gunung Gambir masuk kecamatan Sumber Baru Kabupaten Jember.&lt;br /&gt;Kebun Teh Lawang Kedaton/Gunung Gambir ini berdiri sejak 1917 waktu jaman Belanda. Pohon teh yang pertama kali ditanam pada tahun tersebut masih hidup hingga saat ini, tapi produksi daun-nya sudah mulai menurun. Selanjutnya area perkebunan diperluas tahun 1918, 1924 dan 1927. hingga menjelang kedatangan Jepang. Perluaasan kebun juga dilaksanakan setelah kemerdekaan, jaman-nya pak Presiden Soeharto (presiden favorit-penulis sewaktu SD) , di tahun 1980-an. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSZX1TXGHI/AAAAAAAAACE/LahrmAWsDP8/s1600/1kebunteh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSZX1TXGHI/AAAAAAAAACE/LahrmAWsDP8/s320/1kebunteh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405614087475763314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pabrik Processing Gunung Gambir Ditutup (Eman... yoo.) &lt;br /&gt;Hingga sekitar tahun 2004, seluruh teh yang dihasilkan diproses di afdelling Gunung Gambir (sekitar 700 m dpl), 7 km tenggara Lawang Kedaton. Sayangnya unit pabrik pengolahan teh ini ditutup (mungkin alasan efisiensi) dan selanjutnya pengolahan teh dialihkan ke Guci Alit. Sekarang pabrik tersebut kurang terurus dan menjadi kumpulan onggokan besi tua mesin-mesin besar warisan Belanda. Sereeeem, cocok buat uji nyali. &lt;br /&gt;Misteri Sejarah&lt;br /&gt;Daerah Lawang Kedaton menyimpan misteri sejarah. Lawang Kedaton dalam bahasa Jawa artinya Pintu Istana. Di dekat masjid terakhir sebelum kebun teh terdapat candi Lawang Kedaton yang dibuat sekitar abad ke 14 &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lawang Kedaton terletak di area pegunungan Argopuro, yang jaman dulu pernah hidup seorang ratu yang terkenal yaitu Dewi Rengganis.&lt;br /&gt;Relief candi Kedaton menceritakan legenda Arjunawiwaha. Candi Hindu ini juga mempunyai beberapa relief yang menggambarkan seekor elang yang mulutnya menganga akan menelan manusia. Ada jugagambar elang yang sedang mengucapkan terima kasih pada ibunya. (Elang yang berbakti....gitu. ... loh!!. hehe..he). Relief candi Kedaton juga menggambarkan kekayaan flora dan fauna serta fashion Jawa kuno pada saat itu. &lt;br /&gt;Selain itu, area ini masih menyimpan misteri kekejaman penjajah. Menurut pak Bambang, supervisor perkebunan, di dalam area perkebunan juga terdapat sebuah bangunan mirip "camp" tempat penyikasan para pejuang kita, oleh penjajah Belanda. Konon pada malam hari kadang masih terdengan suara misterius, jeritan orang kesakitan. Atau penampakan sosok manusia tanpa kepala....... (hiii..... seraaaaaaammmmm). Semoga Allah Swt mengampuni segala dosa para pejuang tersebut dan menempatkan di tempat yang layak di sisi-NYa. Amiin.&lt;br /&gt;Cocok untuk Rekreasi Keluarga hingga off road&lt;br /&gt;Lawang Kedaton amat cocok buat rekreasi keluarga. Disana anda bisa melakukan bermacam aktifitas, antara lain:&lt;br /&gt;1. Jogging (Tea Walk), Jalan di antara tanaman teh di pagi hari sambil menikmati hangatnya mentari pagi&lt;br /&gt;2. Santai, anda bisa ngumpul bersama keluarga dan atau kerabat di shelter (payupan) yang banyak disediakan disepanjang jalan utama. Cocok buat tempat melahap makan siang atau rujak-an sambil menikmati beragam bunga indah yang dihinggapi kupu-kupu yang lucu (jadi ingat lagu anak TK) &lt;br /&gt;3. Mandi air pegunungan, Silakan mandi di grojokan atau air terjun mini di kebun teh.Letaknyamudah dijangkau, sekitar 2 km dari gerbang Lawang Kedaton&lt;br /&gt;4. Camping, telah tersedia camping ground di lembah kebun teh lawang kedaton. Lengkap dengan lapangan olah raga, pipa air bersih, musholla-masjid, dan fasiitas kamar mandi.&lt;br /&gt;5. Belanja Teh Asli, Dapatkan teh asli alami produk dalam negeri yang digemari manca negara.. Di luar negeri Teh Lawang Kedaton/Gunung Gambir terkenal dengan sebutan Teh Bir (Beer Tea) Bener loh.... teh Lawang Kedaton hanya dijual di kios koperasi karyawan di sana. Silakan beli di sana.... atau nunggu nanti waktu shopping ke Eropah... (tapi udah dengan merek manca negara, sesuai selera negara pengimpor.&lt;br /&gt;6. Off Road, bagi penggemar track becek berlumpur dan tanjakan, silakan jajal kemampuan armada 4x4 anda. Tersedia track singkat 2 jam, ada juga yang 4 jam (agak ekstrim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-7009005462741921973?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/7009005462741921973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/kebun-lawang-kedaton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/7009005462741921973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/7009005462741921973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/kebun-lawang-kedaton.html' title='Kebun The Lawang Kedaton'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSZX1TXGHI/AAAAAAAAACE/LahrmAWsDP8/s72-c/1kebunteh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-660071231240959790</id><published>2009-11-19T08:57:00.002+08:00</published><updated>2009-11-20T18:12:09.238+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Pendakian Argopuro</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiga punggung gunung dan pegunungan yang membatasi selatan Probolinggo yaitu pegunungan Tengger dengan Bromo, gunung Lamongan dan dataran tinggi Yang, bukan hanya menyajikan panorama yang mempesona, namun juga menantang untuk ditaklukkan  yang menarik adalah kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSYfv8yrzI/AAAAAAAAAB8/yrZXfLb2GFw/s1600/argopuro7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 257px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSYfv8yrzI/AAAAAAAAAB8/yrZXfLb2GFw/s320/argopuro7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405613123966250802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bagian puncak Argopuro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan bukit-bukit memiliki daya tarik dan keunikan yang khas sehingga mendorong bagi para peneliti dan kelompok Pecinta Alam dari berbagai Perguruan Tinggi seluruh Indonesia untuk mengadakan pendakian sampai puncak Argopuro Medan sulit dengan tebing terjal dan lembah curam, ranjau-ranjau alam yang menghadang sepanjang jalan adalah pada semak-semak menjelang tiba di Puncak Argopuro, perlu diwaspadai ranjau-ranjau alami berupa tumbuhan perdu yang dikenal sebagai pohon beracun atau daun menyengat. Batang, tangkai dan permukaan helai daunnya dipenuhi duri yang bila menggores atau menyentuh kulit, menimbulkan rasa gatal bercampur nyeri disertai panas, nyaris seperti pengaruh cairan berbisa yang ditusukkan oleh sengat lebah, lipan atau kalajengking. Tetapi anehnya, kadang-kadang sengatan tersebut secara mendadak dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya rematik.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya kawasan ini bebas dari binatang dan hewan melata yang berbahaya seperti ular, lipan, dan sebagainya. Terpaan angin dingin menyambut bersahabat para penakluk Puncak Argopuro (3.088 meter). Setiap pendaki pasti berdecak kagum. Di Argopuroyang merupakan puncak paling tinggi diantara puluhan bukit yang berhimpit di Dataran Tinggi Yang, terdapat pelataran luas dengan puing-puing bangunan runtuh yang berserakan. Meski sudah berabad-abad tak terawat, disana sini masih tersisa bentuk-bentuk bangunan utama, pondasi terpendam yang merupakan batas-batas ruang, pintu-pintu masuk dan pintu penghubung, pura pemujaan, tempat semedi, dan gapura utama. Sayang, sampai hari ini belum diketemukan sebuah prasasti atau bukti-bukti yang menunjukan bilangan tahun, sehingga reruntuhan puing bekas istana yang merupakan singgasana megah Ratu jelita “Dewi Rengganis” tetap menjadi misteri yang belum terungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggan rasanya meninggalkan lokasi memukau ini. Namun masih ada lokasi  menarik yang perlu disinggahi. Setelah dari Puncak Argopuro atau lebih dikenal “Istana Rengganis”, kita kembali menuju Cicentor untuk meneruskan perjalanan ke Si Kasur. Mengitari bukit Batu Lempeng, menuruni Pondok Celot, melewati Taman Sarang Labah-labah yang dikenal dengan nama Si Mesem yang artinya tersenyum. Dilokasi ini pengunjung hampir pasti tersenyum dan tersenyum, mengagumi keajaiban alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana-mana bertebaran sarang laba-laba. Yang tersaji kemudian adalah hamparan padang rumput yang sangat luas bagaikan kasur, sehingga lokasi ini dinamakan “Si Kasur”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilokasi Si Kasur, terdapat dua buah bungalow yang tinggal pondasi dan separuh dinding batu, namun berdiri sangat kokoh. Bekas bangunan Tuan Ladebour (Belanda) ini dilengkapi dengan pondasi landasan pesawat terbang. Pada peta kawasan Dataran Tinggi Yang, lokasi ini disebut Alun-Alun Besar. Tidak jauh dari dekat bangunan tersebut yang sekarang ditandai dengan sebutan Cemara Satu, terdapat mata air yang disebut Sungai Kolbu dengan selada air terhampar disepanjang hulu sungai cagar alam itu. Sayur segar yang lezat ini agaknya memang disediakan bagi mereka yang bertenda di Si Kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Si Kasur, menuruni lembah yang dikenal dengan Jurang Dalam, melewati Jambangan, mengikari bukit Cemara Dua, menelusuri Alun-Alun kecil, tiba di bukit Cemara Panjang (terdapat mata air). Jika perjalanan diteruskan, ada simpangan yang berupa rambu dan papan peringatan. Setelah melewati Pondok Lalang, Taman Sari dan Batu Lawang, route pendakian Puncak Argopuro / Rengganis berakhir di pintu keluar Badaeran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.probolinggokab.go.id/site/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=916&amp;amp;Itemid=1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-660071231240959790?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/660071231240959790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/pendakian-argopuro.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/660071231240959790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/660071231240959790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/pendakian-argopuro.html' title='Pendakian Argopuro'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSYfv8yrzI/AAAAAAAAAB8/yrZXfLb2GFw/s72-c/argopuro7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-7941401801515392525</id><published>2009-11-19T08:54:00.002+08:00</published><updated>2009-11-20T18:12:09.239+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Alam'/><title type='text'>Songa Rafting</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PT. Songa Alam Lestari atau dengan brand name SONGAdventure adalah perusahaan yang bergerak dibidang wisata alam dan pendidikan. Terlahir dari anak-anak muda yang kreatif dan penuh ambisi dibidang petualangan tahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSXxoGI-pI/AAAAAAAAAB0/kXQgW6oQzec/s1600/109410_songarafting.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSXxoGI-pI/AAAAAAAAAB0/kXQgW6oQzec/s320/109410_songarafting.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405612331583994514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;* SONGAdventure mempunyai visi : &lt;br /&gt;Menjadi penyelenggara wisata alam dan pendidikan yang professional dan terkemuka di Indonesia.&lt;br /&gt;* Sedang misi dasar :&lt;br /&gt;(1) Pendidikan &lt;br /&gt;(2) Pelestarian Alam &lt;br /&gt;(3) Pemberdayaan Ekonomi. &lt;br /&gt;Sebagai pionir wisata arung jeram di Jawa Timur dengan basecamp Sungai Pekalen Probolinggo, SONGAdventure mempunyai komitmen program yang dikembangkan tidak sekedar petualangan tetapi senantiasa ada aspek pendidikan dan hiburan (Adventure’n Edutainment). Eksplorasi sebagai sungai historis dimana Sang Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada yang notabene pernah singgah, serta legenda sang ratu Dewi Rengganis yang pernah membangun istana sebelum melarikan diri ke gunung Argopuro menjadi bagian cerita perjalanan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-7941401801515392525?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/7941401801515392525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/songa-rafting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/7941401801515392525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/7941401801515392525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/songa-rafting.html' title='Songa Rafting'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSXxoGI-pI/AAAAAAAAAB0/kXQgW6oQzec/s72-c/109410_songarafting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-7375854844950687087</id><published>2009-11-19T00:20:00.010+08:00</published><updated>2009-11-20T18:14:34.145+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macam Wisata'/><title type='text'>Macam Wisata</title><content type='html'>&lt;div align="Center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSgL-B2xyI/AAAAAAAAAC0/i1Df3L9BvHI/s1600/wisa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSgL-B2xyI/AAAAAAAAAC0/i1Df3L9BvHI/s320/wisa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405621580241225506" border="0" /&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/restoran.html"&gt;Wisata Kuliner&lt;/a&gt;/klik disini untuk lainnya &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSgLrfwISI/AAAAAAAAACs/X2uPa7SHKRo/s1600/hrth.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSgLrfwISI/AAAAAAAAACs/X2uPa7SHKRo/s320/hrth.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405621575266345250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/wisata-budaya.html"&gt;Wisata Budaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/songa-rafting-air-terjun-madakaripura.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSgLWYC-zI/AAAAAAAAACk/kXJlC6DPiVE/s1600/w.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSgLWYC-zI/AAAAAAAAACk/kXJlC6DPiVE/s320/w.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405621569596881714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/songa-rafting-air-terjun-madakaripura.html"&gt;Wisata Alam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-7375854844950687087?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/7375854844950687087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/7375854844950687087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/7375854844950687087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/blog-post.html' title='Macam Wisata'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o1w5bOhruOk/SwSgL-B2xyI/AAAAAAAAAC0/i1Df3L9BvHI/s72-c/wisa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-5639987206162567558</id><published>2009-11-18T11:53:00.005+08:00</published><updated>2009-11-20T18:15:07.549+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Link'/><title type='text'>Links</title><content type='html'>Dinar Perhubungan dan Pariwisata&lt;br /&gt;email : hubpar@kabprobolinggo.go.id&lt;br /&gt;Jl PB Sudirman 2&lt;br /&gt;PROBOLINGGO 67219&lt;br /&gt;Phone : 0335-432272&lt;br /&gt;Fax :&lt;br /&gt;------------------------------------&lt;br /&gt;www.eastjava.com&lt;br /&gt;Komp. Pertokoan&lt;br /&gt;Rungkut Megah Raya, Blok J - 11&lt;br /&gt;Jl. Kali Rungkut No. 5 Surabaya&lt;br /&gt;Phone : +62-31 8702211&lt;br /&gt;Fax: +62-31 8709727&lt;br /&gt;e-Mail : &lt;a href="http://eastjava.com/tourism/probolinggo/contact.html"&gt;info@eastjava.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Or&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Government Tourism Service Of Probolingoo&lt;br /&gt;Jl. Raya Panglima Sudirman 2&lt;br /&gt;Phone +62-335 428306 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="bizprofile"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-5639987206162567558?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/5639987206162567558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/links_17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/5639987206162567558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/5639987206162567558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/links_17.html' title='Links'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5016231141169499100.post-5282313890975782303</id><published>2009-11-18T10:41:00.000+08:00</published><updated>2009-11-23T09:03:03.209+08:00</updated><title type='text'>Buku Tamu</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin ShoutMix - http://www.shoutmix.com --&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe title="wisataprobolinggo" src="http://www6.shoutmix.com/?wisataprobolinggo" width="300" height="450" frameborder="0" scrolling="auto"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www6.shoutmix.com/?wisataprobolinggo"&gt;View shoutbox&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.shoutmix.com" title="Get your own free shoutbox chat widget at ShoutMix!"&gt;ShoutMix chat widget&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End ShoutMix --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/Center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5016231141169499100-5282313890975782303?l=wisataprobolinggotc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/feeds/5282313890975782303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/buku-tamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/5282313890975782303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5016231141169499100/posts/default/5282313890975782303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wisataprobolinggotc.blogspot.com/2009/11/buku-tamu.html' title='Buku Tamu'/><author><name>Wisata Probolinggo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08256099853310715259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
